Jumat, 06 Mei 2016

BERSUSAH SUSAH DAHULU ATAU BERSENANG SENANG DAHULU?

Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun adakalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.

“Jika Cobaan sepanjang Sungai, maka Kesabaran itu seluas Samudra. Jika Harapan sejauh Hamparan Mata memandang, maka Tekad mesti seluas Angkasa membentang. Jika Pengorbanan sebesar Bumi, maka Keikhlasan harus seluas Jagad Raya.”  RezhaPrasetyo


Harapan, ya suatu hal yang selalu ada dalam setiap langkah kehidupan manusia, tak terkecuali kita. Sebuah harapan selalu menyertai kita. Seperti harapan mendapatkan bonus penghasilan, atau mengikuti sebuah undian berhadiah  berharap mendapatkan sebuah hadiah utama. Ya benar sekali harapan akan selalu membawa motivasi untuk kita melangkah satu persatu. Sebuah langkah mudah dalam membangun harapan adalah sebuah keyakinan. Hal utama untuk membangun semua yang kita inginkan.

13265591751834611552Ketika beberapa orang yang saya temui ‘ternyata’ takut untuk bermimpi, namun kenyataannya ia hidup dalam impian mereka. Ironis, karena sesuatu yang tidak mereka sadari yang menyebabkan mereka jalan di tempat. Ada yang bilang, “Anda bukan Tuhan pak Agung Webe, biarkan saja, toh mereka menjadi pelengkap kehidupan. Ada yang malas dan ada yang rajin. Ada yang maju dan ada yang diam ditempat, ada yang Cuma menyaksikan segala kemajuan yang terjadi” Terimakasih, saya memang bukan Tuhan. Saya hanya meneruskan untuk saling tegur dalam kebaikan demi kemajuan bersama. Bila didengar ya syukur, tidak juga nggak rugi. Banyak orang yang hidup dalam impian mereka. Hidup dalam impian adalah sesuatu yang pasif. Mungkin saja mereka akan menerapkan ‘law of attraction’ dengan focus tiap hari pada impian. Ya, hanya focus, kemudian ia tenggelam dalam impian dan hidup dalam impian. Contoh adalah seseorang yang punya impian menjadi penulis, kemudian menganggap dirinya penulis, walaupun tidak satupun karya yang dilahirkannya. Setiap hari ia hanya bercerita bahwa ia punya tulisan dan banyak orang mengagumi tulisannya. Ia tenggelam dalam impiannya sebagai penulis sehingga tidak sedikitpun beranjak memulai untuk menjadi penulis. Satu lagi, ada orang yang bermimpi untuk kaya. Ia hidup dalam impian sebagai orang kaya dengan bergaya hidup mewah, walaupun semua uangnya ia peroleh dengan hutang. Tidak sedikitpun ia beranjak memulai bagaimana untuk menjadi kaya, karena ia telah tenggelam dalam impian sebagai orang kaya. Berbeda bila kita menerapkan prinsip hidup dengan impian. Hidup dengan impian adalah hidup yang mempunyai visi. Ia punya arah yang jelas yang telah ditetapkan. Setelah ia punya visi ( impian ) maka ia harus melahirkan misi ( atau tujuan jangka pendek ) Hidup dengan impian adalah menciptakan target-target kecil untuk mencapai target besar. Ia menyadari untuk segera bertindak guna mewujudkan impian tersebut. Ia menyusun strategi dan langkah, serta mempersiapkan mental dalam perjalanan mewujudkannya. Yang terpenting ia segera ‘take action’ dalam setiap kesempatan yang ia dapatkan! Perbedaan tipis antara hidup dengan impian dan hidup dalam impan adalah pada ‘take action’. Seseorang yang hidup dengan impian akan cepat melakukan ‘take action’ dalam setiap kesempatan. Ia bergerak cepat untuk mendapatkannya. Sementara orang yang hidup dalam impian akan selalu menunda ‘take action’. Ia selalu merasa nyaman dan enggan bergerak.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/agungwebe/hidup-dengan-impian-bukan-hidup-dalam-impian_550d5ad3813311562cb1e43b
Impian Merupakan Sumber Motivasi. Impian akan mempengaruhi pikiran bawah sadar seseorang. Bahkan impian dapat menjamin keberhasilan, karena senantiasa menjadi sumber motivasi hingga mencapai tujuan atau menggapai tujuan selanjutnya. Dorongan motivasi itulah yang akan menggerakkan tubuh dan mengatur strategi yang harus ditempuh, misalnya bagaimana mencari informasi dan menjalin komunikasi maupun bekerjasama dengan orang lain.
13265591751834611552Ketika beberapa orang yang saya temui ‘ternyata’ takut untuk bermimpi, namun kenyataannya ia hidup dalam impian mereka. Ironis, karena sesuatu yang tidak mereka sadari yang menyebabkan mereka jalan di tempat. Ada yang bilang, “Anda bukan Tuhan pak Agung Webe, biarkan saja, toh mereka menjadi pelengkap kehidupan. Ada yang malas dan ada yang rajin. Ada yang maju dan ada yang diam ditempat, ada yang Cuma menyaksikan segala kemajuan yang terjadi” Terimakasih, saya memang bukan Tuhan. Saya hanya meneruskan untuk saling tegur dalam kebaikan demi kemajuan bersama. Bila didengar ya syukur, tidak juga nggak rugi. Banyak orang yang hidup dalam impian mereka. Hidup dalam impian adalah sesuatu yang pasif. Mungkin saja mereka akan menerapkan ‘law of attraction’ dengan focus tiap hari pada impian. Ya, hanya focus, kemudian ia tenggelam dalam impian dan hidup dalam impian. Contoh adalah seseorang yang punya impian menjadi penulis, kemudian menganggap dirinya penulis, walaupun tidak satupun karya yang dilahirkannya. Setiap hari ia hanya bercerita bahwa ia punya tulisan dan banyak orang mengagumi tulisannya. Ia tenggelam dalam impiannya sebagai penulis sehingga tidak sedikitpun beranjak memulai untuk menjadi penulis. Satu lagi, ada orang yang bermimpi untuk kaya. Ia hidup dalam impian sebagai orang kaya dengan bergaya hidup mewah, walaupun semua uangnya ia peroleh dengan hutang. Tidak sedikitpun ia beranjak memulai bagaimana untuk menjadi kaya, karena ia telah tenggelam dalam impian sebagai orang kaya. Berbeda bila kita menerapkan prinsip hidup dengan impian. Hidup dengan impian adalah hidup yang mempunyai visi. Ia punya arah yang jelas yang telah ditetapkan. Setelah ia punya visi ( impian ) maka ia harus melahirkan misi ( atau tujuan jangka pendek ) Hidup dengan impian adalah menciptakan target-target kecil untuk mencapai target besar. Ia menyadari untuk segera bertindak guna mewujudkan impian tersebut. Ia menyusun strategi dan langkah, serta mempersiapkan mental dalam perjalanan mewujudkannya. Yang terpenting ia segera ‘take action’ dalam setiap kesempatan yang ia dapatkan! Perbedaan tipis antara hidup dengan impian dan hidup dalam impan adalah pada ‘take action’. Seseorang yang hidup dengan impian akan cepat melakukan ‘take action’ dalam setiap kesempatan. Ia bergerak cepat untuk mendapatkannya. Sementara orang yang hidup dalam impian akan selalu menunda ‘take action’. Ia selalu merasa nyaman dan enggan bergerak.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/agungwebe/hidup-dengan-impian-bukan-hidup-dalam-impian_550d5ad3813311562cb1e43b
13265591751834611552Ketika beberapa orang yang saya temui ‘ternyata’ takut untuk bermimpi, namun kenyataannya ia hidup dalam impian mereka. Ironis, karena sesuatu yang tidak mereka sadari yang menyebabkan mereka jalan di tempat. Ada yang bilang, “Anda bukan Tuhan pak Agung Webe, biarkan saja, toh mereka menjadi pelengkap kehidupan. Ada yang malas dan ada yang rajin. Ada yang maju dan ada yang diam ditempat, ada yang Cuma menyaksikan segala kemajuan yang terjadi” Terimakasih, saya memang bukan Tuhan. Saya hanya meneruskan untuk saling tegur dalam kebaikan demi kemajuan bersama. Bila didengar ya syukur, tidak juga nggak rugi. Banyak orang yang hidup dalam impian mereka. Hidup dalam impian adalah sesuatu yang pasif. Mungkin saja mereka akan menerapkan ‘law of attraction’ dengan focus tiap hari pada impian. Ya, hanya focus, kemudian ia tenggelam dalam impian dan hidup dalam impian. Contoh adalah seseorang yang punya impian menjadi penulis, kemudian menganggap dirinya penulis, walaupun tidak satupun karya yang dilahirkannya. Setiap hari ia hanya bercerita bahwa ia punya tulisan dan banyak orang mengagumi tulisannya. Ia tenggelam dalam impiannya sebagai penulis sehingga tidak sedikitpun beranjak memulai untuk menjadi penulis. Satu lagi, ada orang yang bermimpi untuk kaya. Ia hidup dalam impian sebagai orang kaya dengan bergaya hidup mewah, walaupun semua uangnya ia peroleh dengan hutang. Tidak sedikitpun ia beranjak memulai bagaimana untuk menjadi kaya, karena ia telah tenggelam dalam impian sebagai orang kaya. Berbeda bila kita menerapkan prinsip hidup dengan impian. Hidup dengan impian adalah hidup yang mempunyai visi. Ia punya arah yang jelas yang telah ditetapkan. Setelah ia punya visi ( impian ) maka ia harus melahirkan misi ( atau tujuan jangka pendek ) Hidup dengan impian adalah menciptakan target-target kecil untuk mencapai target besar. Ia menyadari untuk segera bertindak guna mewujudkan impian tersebut. Ia menyusun strategi dan langkah, serta mempersiapkan mental dalam perjalanan mewujudkannya. Yang terpenting ia segera ‘take action’ dalam setiap kesempatan yang ia dapatkan! Perbedaan tipis antara hidup dengan impian dan hidup dalam impan adalah pada ‘take action’. Seseorang yang hidup dengan impian akan cepat melakukan ‘take action’ dalam setiap kesempatan. Ia bergerak cepat untuk mendapatkannya. Sementara orang yang hidup dalam impian akan selalu menunda ‘take action’. Ia selalu merasa nyaman dan enggan bergerak.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/agungwebe/hidup-dengan-impian-bukan-hidup-dalam-impian_550d5ad3813311562cb1e43b
13265591751834611552Ketika beberapa orang yang saya temui ‘ternyata’ takut untuk bermimpi, namun kenyataannya ia hidup dalam impian mereka. Ironis, karena sesuatu yang tidak mereka sadari yang menyebabkan mereka jalan di tempat. Ada yang bilang, “Anda bukan Tuhan pak Agung Webe, biarkan saja, toh mereka menjadi pelengkap kehidupan. Ada yang malas dan ada yang rajin. Ada yang maju dan ada yang diam ditempat, ada yang Cuma menyaksikan segala kemajuan yang terjadi” Terimakasih, saya memang bukan Tuhan. Saya hanya meneruskan untuk saling tegur dalam kebaikan demi kemajuan bersama. Bila didengar ya syukur, tidak juga nggak rugi. Banyak orang yang hidup dalam impian mereka. Hidup dalam impian adalah sesuatu yang pasif. Mungkin saja mereka akan menerapkan ‘law of attraction’ dengan focus tiap hari pada impian. Ya, hanya focus, kemudian ia tenggelam dalam impian dan hidup dalam impian. Contoh adalah seseorang yang punya impian menjadi penulis, kemudian menganggap dirinya penulis, walaupun tidak satupun karya yang dilahirkannya. Setiap hari ia hanya bercerita bahwa ia punya tulisan dan banyak orang mengagumi tulisannya. Ia tenggelam dalam impiannya sebagai penulis sehingga tidak sedikitpun beranjak memulai untuk menjadi penulis. Satu lagi, ada orang yang bermimpi untuk kaya. Ia hidup dalam impian sebagai orang kaya dengan bergaya hidup mewah, walaupun semua uangnya ia peroleh dengan hutang. Tidak sedikitpun ia beranjak memulai bagaimana untuk menjadi kaya, karena ia telah tenggelam dalam impian sebagai orang kaya. Berbeda bila kita menerapkan prinsip hidup dengan impian. Hidup dengan impian adalah hidup yang mempunyai visi. Ia punya arah yang jelas yang telah ditetapkan. Setelah ia punya visi ( impian ) maka ia harus melahirkan misi ( atau tujuan jangka pendek ) Hidup dengan impian adalah menciptakan target-target kecil untuk mencapai target besar. Ia menyadari untuk segera bertindak guna mewujudkan impian tersebut. Ia menyusun strategi dan langkah, serta mempersiapkan mental dalam perjalanan mewujudkannya. Yang terpenting ia segera ‘take action’ dalam setiap kesempatan yang ia dapatkan! Perbedaan tipis antara hidup dengan impian dan hidup dalam impan adalah pada ‘take action’. Seseorang yang hidup dengan impian akan cepat melakukan ‘take action’ dalam setiap kesempatan. Ia bergerak cepat untuk mendapatkannya. Sementara orang yang hidup dalam impian akan selalu menunda ‘take action’. Ia selalu merasa nyaman dan enggan bergerak.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/agungwebe/hidup-dengan-impian-bukan-hidup-dalam-impian_550d5ad3813311562cb1e43b
13265591751834611552Ketika beberapa orang yang saya temui ‘ternyata’ takut untuk bermimpi, namun kenyataannya ia hidup dalam impian mereka. Ironis, karena sesuatu yang tidak mereka sadari yang menyebabkan mereka jalan di tempat. Ada yang bilang, “Anda bukan Tuhan pak Agung Webe, biarkan saja, toh mereka menjadi pelengkap kehidupan. Ada yang malas dan ada yang rajin. Ada yang maju dan ada yang diam ditempat, ada yang Cuma menyaksikan segala kemajuan yang terjadi” Terimakasih, saya memang bukan Tuhan. Saya hanya meneruskan untuk saling tegur dalam kebaikan demi kemajuan bersama. Bila didengar ya syukur, tidak juga nggak rugi. Banyak orang yang hidup dalam impian mereka. Hidup dalam impian adalah sesuatu yang pasif. Mungkin saja mereka akan menerapkan ‘law of attraction’ dengan focus tiap hari pada impian. Ya, hanya focus, kemudian ia tenggelam dalam impian dan hidup dalam impian. Contoh adalah seseorang yang punya impian menjadi penulis, kemudian menganggap dirinya penulis, walaupun tidak satupun karya yang dilahirkannya. Setiap hari ia hanya bercerita bahwa ia punya tulisan dan banyak orang mengagumi tulisannya. Ia tenggelam dalam impiannya sebagai penulis sehingga tidak sedikitpun beranjak memulai untuk menjadi penulis. Satu lagi, ada orang yang bermimpi untuk kaya. Ia hidup dalam impian sebagai orang kaya dengan bergaya hidup mewah, walaupun semua uangnya ia peroleh dengan hutang. Tidak sedikitpun ia beranjak memulai bagaimana untuk menjadi kaya, karena ia telah tenggelam dalam impian sebagai orang kaya. Berbeda bila kita menerapkan prinsip hidup dengan impian. Hidup dengan impian adalah hidup yang mempunyai visi. Ia punya arah yang jelas yang telah ditetapkan. Setelah ia punya visi ( impian ) maka ia harus melahirkan misi ( atau tujuan jangka pendek ) Hidup dengan impian adalah menciptakan target-target kecil untuk mencapai target besar. Ia menyadari untuk segera bertindak guna mewujudkan impian tersebut. Ia menyusun strategi dan langkah, serta mempersiapkan mental dalam perjalanan mewujudkannya. Yang terpenting ia segera ‘take action’ dalam setiap kesempatan yang ia dapatkan! Perbedaan tipis antara hidup dengan impian dan hidup dalam impan adalah pada ‘take action’. Seseorang yang hidup dengan impian akan cepat melakukan ‘take action’ dalam setiap kesempatan. Ia bergerak cepat untuk mendapatkannya. Sementara orang yang hidup dalam impian akan selalu menunda ‘take action’. Ia selalu merasa nyaman dan enggan bergerak.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/agungwebe/hidup-dengan-impian-bukan-hidup-dalam-impian_550d5ad3813311562cb1e43b


Perbedaan antar keduanya sangatlah tipis, mimpi adalah suatu harapan dan angan kita saat kita tak sadar, dalam hal ini adalah tertidur atau beristirahat. akan tetapi banyak orang hanya menganggap mimpi itu adalah sebuah bunga tidur. akan tetapi apabila kita yakin dan berusaha akanlah kita mendapatkan mimpi – mimpi yang awalnya hanyalah bunga tidur tadi. 

Sedangkan harapan itu adalah suatu angan kita secara sadar kita menginginkannya. jadi dengan itu kita langsung berusaha untuk mendapatkan harapan tadi. Sebagai contoh kita memiliki harapan mendapatkan pendapatan tinggi, ya kita berusaha dengan bekerja keras sesuai dengan kemampuan kita.


“Seseorang yang dalam Hidupnya memiliki Suatu Harapan, Akan Tetapi dia Tidak Ingin Berusaha itu Sama Saja dengan Dia Bermimpi dan Enggan Terbangun dari Mimpinya” __RezhaPrasetyo


Problematika yang sering ditemukan dalam kehidupan manusia tentang harapan adalah Manusia hanya banyak berharap dan mereka kurang berusaha dan berdoa, atau hanya berusaha tanpa berdoa, ataupun hanya berdoa tanpa berusaha. Hal ini adalah sia – sia, Tuhan meminta umatnya menyeimbangkan keduanya untuk mendapatkan semua harapan tersebut. Tuhan Mmenyarankan kita untuk Berusaha dengan keras dan berdoa untuk dapat mewujudkan semua yang kita harapkan. Jadi Sekarang, hanya bagaimana cara anda membuat semua mimpi dan harapan anda menjadi nyata


“Bekerja dan Berusaha dengan Keras, Ditambah dengan Berdoa Kepada Tuhan, Maka Sebuah Harapan akan Terwujud” __RezhaPrasetyo


“We dream to give ourselves hope. To stop dreaming – well, that’s like saying you can never change your fate.” ― Amy Tan, The Hundred Secret Senses






BERBAGAI CARA UNTUK MENCAPAI HARAPAN
 

Percaya diri dan Optimis

Sebelum kita melakukan sesuatu ( untuk mencapai harapan ), kita harus percaya diri dan optimis. Maksudnya kita harus percaya pada kemampuanyang ada pada diri kita dan kita harus berfikir positif serta yakin bahwa harapan itu pasti tercapai. Kita tidak boleh berfikir pesimis dan takut mengambil resiko. Karena hal tersebut bisa menghambat kita untuk Mencapai sebuah Harapan.

Berusaha dengan sungguh-sungguh

Untuk mencapai sebuah harapan kita tidak bisa hanya tinggal diam. Oleh karena itu kita diharuskan berusaha dengan sungguh-sungguh, maksudnya kita harus bekerja dengan ikhlas, bekerja keras dengan sepenuh tenaga, dan bekerja dengan sebaik mungkin. Jangan sampai kita bekerja dengan ceroboh atau sembarangan, karena itu tidak akan membuahkan hasil.

 Berdoa pada Allah SWT

Setelah kita melakukan usaha dengan sebaik mungkin, kita tidak boleh menyudahinya sampai disitu saja. Kita lanjutkan dengan berdoa pada Allah SWT. Sebab Allah akan mengabulkan permintaan hamba-Nya jika hamban-Nya mau berdoa. Sesuai dengan firman Allah yaitu “ Berdoalah pada-Ku, niscaya doamu akan Kukabulkan ”. Nah, oleh karena itu kita jangan malas dan jangan malu untuk berdoa dan meminta pada Allah SWT.

 Bertawakkal pada Allah SWT

Setelah kita sudah berusaha dan berdoa, kita harus bertawakkal pada Allah SWT. Maksud dari bertawakkal pada Allah adalah kita berserah diri pada Allah setelah kita berusaha dan berdoa dengan sebaik mungkin. Jadi setelah berusaha kita harus berserah diri pada Allah SWT. Karena manusia hanya bisa berencana dan Allah lah yang menentukan hasilnya.

Bersedekah dan Beribadah

Selain itu, kita bisa juga mendampingi hal-hal diatas dengan bersedekah. Dengan bersedekah kita bukan mengurangi harta kita, tapi malah menambahnya karena Allah akan membalasnya dengan berlipat-lipat. Saat kita bersedekah, kita boleh sambil berdoa dan berharap agar harapan kita tercapai. Selain bersedekah kita harus memperbanyak beribadah. Misalnya berpuasa dan melakukan salat sunnah Hajat. Mungkin dengan hal itu harapankita akan semakin semakin mudah tercapai .Setelah kita sudah melakukan hal-  hal diatas tapi harapan kita masih belum tercapai juga, kita harus tetap sabar, tidak cepat menyerah dan tidak putus asa. Kita harus terus berusaha dan berusaha lagi agar harapan kita tercapai.

Seseorang yg mempunyai harapan tinggi dan berusaha keras dalam mencapainya pasti akan didapatkan. Orang yg bersusah payah pasti akan merasakan manis diujungnya. 


Daftar Pustaka:
https://rifq221091.wordpress.com/2014/01/03/impian-merupakan-sumber-motivasi/ 
https://myexperienceoflife.wordpress.com/2013/02/14/harapan-dan-impian/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar